Selasa, 17 April 2012

Ibuku Bermata Satu


Alkisah...

Ketika anak laki-lakinya pergi sekolah SD, si ibu datang ke sekolah untuk melihat anaknya. Tapi apa yang terjadi, si anak laki-lakinya jadi malu karena diolok-olok oleh teman-teman, karena dia mempunyai ibu bermata satu. Sesampai di rumah si ibu dimarahin oleh si anak. Sejak itu si ibu tidak dibolehkan ketemu orang-orang lain agar si anak tidak malu.

Setelah anaknya dewasa, si anak telah bekerja dan sukses, dan sudah berkeluarga dan mempunyai istri yang cantik dan anak yang lucu.... si ibu rindu ingin bertemu dengan anak dan cucunya. Sesampai di depan pintu rumah anak laki-lakinya, dia diusir oleh anaknya sendiri, seraya berkata: “untuk apa kamu datang kesini orang tua bermata satu, kamu telah menakutkan anak-anakku” kata si anak. Akhirnya, si ibu pulang dengan bersedih hati. Dia akhirnya hanya melihat cucu-cucunya di depan pagar, lalu pergi.

Sekian lama waktu berlalu, si ibu akhirnya sakit dan sepertinya tidak akan lama lagi umurnya. Dia memberi tahukan berita ini kepada anak laki-lakinya itu, bahwasanya dia sedang sakit parah. Tapi, si anak laki-lakinya tetap tidak mau ketemu ibunya. Ajalnya pun menjemputnya.

Selang beberapa waktu, si istri dari si anak laki-laki bertanya ke suaminya: “mengapa kamu tidak datang ke rumah ibumu?”


Dia menjawab: “saya sedang sibuk”. Tapi akhirnya, dia dibujuk oleh istrinya, agar pergi ke rumah ibunya tersebut sekali saja karena ibunya sudah tiada.

Akhirnya si anak laki-laki pergilah ke rumah almarhum ibunya, dia masuk ke rumah yang telah lama dia tinggalkannya, dan ada secarik kertas yang ditinggalkan oleh ibunya berisi: "anakku, aku sangat bahagia melihatmu dari kecil, sampai dewasa dan mlenjadi sukses sekarang ini. ketahuilah nak, bahwasanya kamu kecil hanya mempunyai mata satu, aku telah merelakan mata yang satu lagi diberikan kepadamu, agar kamu bisa hidup bahagia nantinya".

Si anak akhirnya, menanggis sijadi-jadinya: “oh..ibu.............maafkan aku selama ini”.
(cerita ini saya ambil dari google, dengan sedikit perubahan)


Bro..sist..

Saya tidak sedang membuat anda menangis atau terharu dengan cerita ini. Saya hanya berdoa agar kita tidak mengalami hal yang sama dengan anak laki-laki tersebut. Sadarkah, betapa luar biasanya orang tua kita? Yang dengan penuh kasih sayang merawat hingga kita sebesar ini? mungin kalimat itu sudah sering anda dengar namun sudahkah kita memberi respon yang baik atas kalimat itu?

Mari, mulai saat ini kita memberikan bagian kita sebagai seorang anak kepada orang tua kita. Secara penuh dan utuh. Kita tidak tengah mencoba membayar hutang atas apa yang sudah dilakukan orang tua kita bagi kita, kita hanya sedang berusaha menjadi anak yang penuh dengan kasih, agar penyesalan tidak menghampiri kita.

Jesus Bless
Read More >>

Pernikahan Kuda dan Kerbau

Saya pernah bertanya kepada diri saya sendiri, kelak isterikau seperti apa ya? apa cantik dan berkaca mata seperti yang ku impikan? Apakah ramputnya ikal dengan kulit yang sedikit gelap? Hehehe, entahlah sampai sekarang saya masih mendoakan calon isteri saya tersebut. Saya hanya berprinsip bahwa satu syarat mutlak yang harus dimiliki calon istri saya adalah bahwa dia adalah seorang yag takut akan Tuhan, menjadikan Tuhan nomor satu dalam hidupnya jadi aku jadi yang kedua deh J

Saya teringat dengan sebuah percakapan bijak antara seorang anak dengan ayahnya, percakapan yang selalu dapat menginspirasi saya, seperti ini kurang lebih percakapan mereka

Anak : yah, jika saat ini aku berteman dengan lelaki yang berbeda keyakinan dengan saya bagaimana yah?

Ayah : tentu saja boleh nak, kenapa tidak? Kamu boleh memiliki banyak teman dan sahabat dan kamu tidak boleh membedakan mereka karena keyakinan mereka?

Anak : yah, kalau kelak pacarku adalah seorang yang beda keyakinan denganku, apakah itu juga boleh yah?

Ayah : (mulai terlihat bingung, tapi berusaha tetap bijak) tentu saja boleh anakku, kenapa tidak? Kamu boleh berpacaran dengan siapapun asal dia bisa menjagamu?

Anak : (sedikit terkejut dengan jawab ayahnya) emmm, yah, kalau kelak aku menikah dengan orang yang keyakinannya tidak sama denganku, apakah aku masih boleh yah?

Ayah : (terpojok  dan mulai bingung dengan pertanyaan anaknya tapi tetap berusaha bijak) tentu saja boleh anakku, kamu boleh menikah dengan laki-laki yang berbeda keyakinan denganmu, asal dia bisa membahagiakan kamu dan menjaga anak-anakmu kelak

Anak : boleh yah? Asik

Ayah : tapi, ayah mau bertanya dulu. Kamu pasti tahu kan sebuah kereta kuda? Biasanya ditarik oleh dua kuda, tapi jika kamu mengganti salah satu kudanya dengan seekor kerbau, apakah bisa sayang?

Anak : tentu saja bisa yah

Ayah : yap, benar, pasti bisa, tapi pakah keduanya bisa berjalan beriring dengan baik dan tidak saling meninggalkan satu dengan yang lain?

Anak: tentu tidak yah, kuda larinya cepat sedang kerbaukan binatang yang lambat

Ayah : nah itu kamu tahu. Pernikahan itu ibarat sebuah kereta itu anakku, kamu dan suamimu kelak adalah kuda yang menariknya. Jika ternyata kamu dan suamimu tidak sama, apakah nanti kereta rumah tanggamu akan bisa berjalan dengan baik? Tentu tidak bukan? Semua tergantung pilihanmu saat ini, apakah kamu kelak ingin bahagia, atau tidak. Perbedaan keyakinan sama dengan perbedaan keyakinan dan visi hidup, jika kamu dan suamimu tidak memiliki hal sama, tentu akan sangat sulit untuk berjalan beriring mencapai kebahagiaan kehidupan,, kamu mau?

Anak : iya yah, aku paham

Bro..sist..

Percakapan fiktif ini hanya penggambaran bagaimana kita akan terus dituntut untuk menjadi bijak dan kuat dengan pilihan kehidupan hidup kita. Jangan sampai kita nekat dan salah memilih dengan pasangan hidup kita kelak. Mulai sekarang, jadilah bijak. Doakan pasangan kita kelak, agar kita bahagia, di dalam DIA..

Jesus Bless

(saya masih mendoakan perempuan berkacamata tersebut..siapa dia ya..) 
Read More >>

Minggu, 15 April 2012

Saya "NGIDAM"???

Apa yang pertama kali terbayang dalam fikiran anda ketika mendengar kata “ngidam”? mungkin kata pertama yang muncul dan ada difikiran kita adalah wanita hamil, dan jika itu yang anda fikirkan berarti sama dengan yang saya fikirkan juga. Iya, ngidam merupakan keinginan sesaat yang seringkali sangat aneh yang dialami oleh wanita yang tengah hamil.

Saya tidak begitu paham, secara ilmiah apa yang menyebabkan hal ini bisa terjadi. Beberapa contoh mungkin sering anda dengar bahwa para ibu seringkali memiliki keinginan yang sering tidak masuk akal. Ada yang minta rujak ditengah malam atau minta wedhang jahe di tengah hari. Ada yang minta pegang kepala orang lain, dan tentu masih sangat banyak. Beberapa kasus malah tampak menjadi ekstrim, seperti yang terjadi pada tetangga saya, bahwa dia bilang kepada suaminya bahwa dia sangat ingin mangga, mudah kan? tapi yang bikin sulit adalah dia minta mangga itu diambil suaminya sendiri dengan memanjat pohon plus harus mangga curian, jadi ketika memetik yang punya mangga tidak boleh tahu. Berikutnya yang membuat saya tertegun adalah wanita hamil tadi bisa mengetahui jika mangga yang dibawa suaminya bukan hasil curian tetapi meminta (sampai sekarang saya masih heran). Satu lagi, ada ibu yang hamil anak keduanya minta memegang kepala (lokomotif) kereta, dan lebih hebatnya lagi dia mintanya jam 01.00 pagi,waw hebat. Menurut tradisi yang ada, jika keinginan wanita tersebut tidak dipenuhi maka ketika nanti anaknya lahir maka anak tersebut akan ngiler (keluar air liurnya terus), jadi cacat, nakal, dan sebagainya. Percaya tidak percaya, tapi saya sangat tertarik dengan hal-hal itu.

Sama seperti yang tengah saya alami. Lho….memang saya tidak ngidam, tapi entah mengapa 2 hari ini saya sangat ingin makan jajanan waktu saya masih kecil dulu. Cukup aneh memang, tapi sejujurnya saya tidak pernah tau sampai sekarang mengapa saya memeliki keinginan tersebut.  Sempat kesulitan mendapatkan jajanan tersebut hingga akhirnya tadi sore saya mendapat jajanan tersebut, spesial thanks buat Shinta yang sudah mencarikan buat saya. Segera saya makan saja jajanan tersebut.

Bro..sist..

Saya belajar satu hal dari hal tersebut, untuk banyak hal yang kita ingini terkadang kita akan melakukan segala hal agar keinginan tersebut dapat kita penuhi. Segala usaha agar kita tempuh, karena kita memang menginginkannya. Tapi seringkali kita tidak cukup bijak untuk menentukan. Kenyataannya keinginan daging lebih kita perhatikan dari pada keinginan roh. Benar? Renungkanlah..

Dalam tulisan saya kemarin, PesanKu Untukmu, saya menulis bahwa kita harus bersegera berkomitmen untuk membaca surat dari Tuhan. Dan saat ini saya berkomitmen untuk “ngidam” membaca Alkitab secara utuh, urut, dan menyeluruh. Karena saya ngidam, berarti saya akan berusaha dengan segenap kemampuan saya untuk memenuhinya.

Maukah anda “ngidam” hal sama seperti yang saya rasakan malam ini?

Jesus Bless
Read More >>

PesanKu Untukmu


Berangkat PRKJ (Persekutuan Remaja Kristen Jebres) ditemani hujan yang masih cukup deras memang, saya sendiri tidak berani nekat karena tadi gitar yang dirumah mau dipinjam untuk dipakai mengiringi pujian di persekutuan. Setelah dirasa cukup reda saya memberanikan diri untuk berangkat dan ketika sampai di Gereja, acara memang belum dimulai. Ada sedikit waktu untuk prepare mendampingi adik-adik remaja persekutuan.

Acara hari ini adalah Lokakarya Bible Reading oleh mas Wien, jadi kita diajar bagaimana untuk bisa mulai menyediakan diri untuk membaca Alkitab secara rutin. Acara berlangsung sangat lancar hingga tadi selesainya agak mundur, yakni jam 20.20 padahal biasanya jam 8 kurang kami sudah selesai.

Ada satu hal yang ingin saya bagikan. Saya tertarik dengan perumpamaan yang dipakai oleh mas Wien dalam penyampaian materinya, jadi kurang lebih perumpamaannya seperti ini:

Pernahkan anda menulis sebuah surat? Dan ketika anda menulis surat tersebut, apa yang anda ingin sampaikan kepada orang yang anda kirimi surat? Jawaban memang akan sangat bervariasi, berbeda antara satu orang dengan yang lain, tapi saya rasa anda akan setuju jika saya menjawab bahwa yang ingin anda sampaikan kepada penerima surat adalah sebuah PESAN, bisa juga NARASI (bercerita), bisa juga UNGKAPAN HATI, bisa juga HARAPAN dan bisa juga sebuah DOA bagi penerima.

Pernahkah anda menerima sebuah surat? Dan ketika anda menerima sebuah surat, apa yang akan anda lakukan? Apakah hanya diam tanpa ada usaha untuk mengambil, merobek bungkusnya, dan membaca surat tersebut anda akan bisa memahami penuh isi surat tersebut? Tentu tidak bukan? Ada hal yang sebebarnya sangat mudah dan sederhana agar kita bisa mengetahui isi surat tersebut, yakni bangkit berdiri, ambil surat tersebut, buka bungkusnya, duduk tenang dan bacalah isinya dengan seksama, maka kita akan mengetahui maksud dan isi surat tersebut.

Bro..sist..

Bukankah Alkitab yang saat ini kita miliki adalah juga surat yang Tuhan tulis untuk kita? Didalamnya Tuhan membawa sebuah PESAN kehidupan bagi kita, terhampar NARASI kisah panjang perjalanan keagungan dan karyaNya yang nyata, tertulis dengan rapi tiang UNGKAPAN HATI yang Dia rasakan, terlihat jelas HARAPAN yang sungguh telah Dia taruhkan bagi kita, dan rangkaian DOA dari kerinduanNya bagi kita anak-anak yang begitu dikasihaniNya.
Tapi apa yang terjadi? Masihkah Alkitab hanya menjadi identitas yang memang selayaknya ada dalam tas setiap orang percaya? Atau Alkitab masih terus diam setia tertata rapi di rak buku untuk menunggu kita membukanya? Jika demikan, maka bagaimana kita bisa memahami apa yang menjadi kehendak Tuhan dalam kehidupan kita?

Tidakkah kita merasa bahwa kita harus bersegera mulai membaca Alkitab dengan lebih rutin dan lebih berkualitas lagi? Semua petunjuk kehidupan ada didalamnya, semua obat dari rasa sakit ada didalamnya, semua jawab dari kerinduan kita juga ada didalamnya.
Maukah kita mulai berkomitmen untuk rutin membaca Alkitab setiap hari? Agar kita mengerti dan memahami pesan yang Dia bawa bagi kita. Hanya perlu sebuah perubahan kecil yang nyata untuk dapat lebih dekat dengan Tuhan melalui Alkitab, yakni berdirilah, ambil Alkitabmu, duduk tenang, baca dan pahami maksudnya.

Mulai kapan? SEKARANG

Jesus Bless
Read More >>

Jumat, 13 April 2012

BERSYUKUR....


Ada satu pepatah yang mengatakan jika rumput tetangga akan selalu nampak lebih hijau daripada rumput di halaman sendiri. Entah maksud sebenarnya seperti apa tapi yang jelas saya pahami adalah bahwa apapun yang orang lain miliki akan nampak lebih indah dan lebih baik dari semua yang kita miliki. Pada kesempatan yang lain peribahasa ini dialih kiaskan oleh salah satu produk dagang di Indonesia. Oleh creative team dari produk tersebut digambarkan mengenai sekelompok kambing yang tengah makan rumput di suatu tempat , hingga salah satu dari kambing itu mengintip rumput yang ada disebelah pagar dan ternyata rumput yang dilihatnya adalah rumput yang nampak sangat hijau dan segar untuk dinikmati. Lalu bersama beberapa kambing lain,yang berhasil dibujuknya, ia berusaha memanjat pagar agar bisa menyeberang ke seberang. Pada akhirnya mereka berhasil menyeberang, namun sayang, rumput yang nampak hijau dan segar itu ternyata adalah rumput palsu yang tidak bisa dimakan dan lebih parah disana juga ada seekor singa yang siap memangsa mereka.

Sore tadi saya berkunjung ke panti asuhan SILO di Karanganyar. Bersama-sama anak usia SMP, SMA, dan PT di PPA kami merayakan Paskah bersama anak-anak panti asuhan ditempat tersebut. Jam 1 saya harus sudah sampai di kantor untuk persiapan beberapa hal kecil sekalian cek terakhir. Jam 2 lebih sedikit kami berangkat, tidak terlalu jauh memang sehingga jam 3 kurang sedikit kami udah sampai. Acara dibuat seperti persekutuan biasa. Berjalan lancar, anak-anak menikmati dan mereka bisa saling berbaur. Kunjungan kami segera selesai setelah kami berfoto bersama dengan anak-anak panti asuhan SILO.

Tidak ada yang spesial memang tapi saya bersyukur karena saya memiliki waktu untuk berdiam, merenung, mengamati mereka, dan mendapat hal baru.

Saya sadar satu hal bahwa ternyata saya memang belum terbiasa untuk terus bersyukur untuk segala hal yang saya miliki. Saya sering menggerutu karena makan tidak enak, bayar kuliah telat, tidak punya uang saku, dan lain sebagainya. Menilik kehidupan anak-anak SILO seharusnya saya malu dengan mereka. Untuk makan mereka kadang tidak punya pilihan, untuk biaya sekolah mereka sangat sering untuk dipermalukan karena keterlambatan pembayaran, untuk uang saku saya yakin mereka lebih sangat kekurangan dari pada uang saku yang saya dapatkan, dan lebih hebat adalah ketika mereka mampu bersyukur untuk semua itu.

Bro..sist…

Benar jika kita melihat rumput tetangga selalu nampak lebih hijau daripada rumput yang ada pada halaman rumah kita sendiri, walaupun kenyataannya itu belumlah tentu benar karena saat itu kita menilai dari perspektif yang salah, dari kelemahan dan kekurangan kita.

Berapa kali kita mengeluh saat hendak berangkat sekolah atau kerja kita tidak menemui sarapan dimeja makan? Masih seringkah kita mengeluh saat ayah telat menjemput kita pulang sekolah sehingga kita menunggu terlalu lama? Atau berapa kali kita menggerutu dalam hati jika masakan yang disediakan ibu bukan masakan yang kita sukai? Dan tentu masih banyak hal lain dimana seringkali kita mengeluh
Sebenarnya yang seringkali menjadi sangat sulit adalah ketika kita hanya fokus untuk mengeluh tanpa ada kesempatan bagi syukur untuk hadir dalam pemahaman kita.

Allah kita Allah yang mengerti dan mengasihimu, bahkan saat semua nampak tidak menyenangkan bagi kita, itu adalah yang terbaik bagi kita oleh DIA….belajar bersyukur sampai kapanpun…bersyukurlah…

Jesus Bless..
Read More >>

Kamis, 12 April 2012

Lemper atau Arem-arem??

 Dari dua makanan ini mana yang lebih anda suka? Lemper atau Arem-arem? Bagi sebagian besar orang (khususnya etnis Jawa) pasti memahami dengan persis perbedaan kedua makanan ini, tapi yang luar jawa mungkin tidak tahu beda jelas dari kedua makanan itu. Secara kasat mata kedua makanan ini bentuk dan penampakannya sama, yakni sama-sama dibungkus dengan daun pisang lalu kedua ujungnya di tujuk pakai lidi (walau sekarang sudah banyak yang pakai streples). Namun yang menjadi pembeda adalah ketika kita sudah membuka bungkusan itu. Lemper berisi beras ketan sedang Arem-arem berisi beras biasa (nasi). Lemper biasanya berisi abon sedang Arem-arem biasanya berisi telur puyuh atau daging, walau sekarang banyak variasi yang biasa kita temui isi dalam kedua makanan ini. untuk ukuran, Arem-arem biasanya berukuran lebih besar dari pada lemper (saya tidak tahu alasannya mengapa). Nah, bagi yang belum pernah melihat atau merasakan, silahkan dibayangkan sendiri ya…
Keduanya sama enaknya, tapi jika boleh memilih maka pilihan saja lebih condong ke Arem-arem, entah kenapa yang jelas saya lebih suka dari pada lemper. Bagaimana dengan anda?

Mungkin aneh, mengapa saya tiba-tiba menulis tentang kedua makanan ini. sederhana, yang ingin saya sampaikan adalah mengenai pilihan. Jika kita hanya mendapat satu kesempatan untuk memilih, makan mana yang akan kita pilih dari kedua makanan yang sama-sama enak tersebut, dan mungkin juga sama-sama kita sukai tersebut?

Tidak sama persis memang, tapi sedikit banyak kita akan sering menemui pilihan-pilihan yang dilematik seperti ini dalam perjalanan kehidupan kita. Kita dituntut untuk memilih satu dari beberapa hal yang terlihat sama penting dan sama baiknya bagi kita. Pilihan sekolah, pilihan kerja, pilihan pacar, pilihan pasangan hidup, dan lainnya akan kita hadapi. Bahkan hal yang lebih sederhana dapat kita lihat, seperti ketika sedang hendak pergi, kita akan memilih juga antara kemeja putih dan kemeja biru. Ketika sedang sakit, kita akan memilih antara obat A dan obat B. Ketika malam, kita memilih tidur jam 9 atau jam 12. Ini semua tentang pilihan.

Bro…sist…
Ketika kita sedang berada pada posisi tersebut, posisi memilih, sudahkah Tuhan menjadi pribadi yang kita libatkan dalam usaha kita memilih? Atau kita sering kali masih menggunakan rasio kita sendiri untuk menentukan pilihan tertentu?

Memang benar, ketika hendak makan Lemper atau Arem-arem kita tidak perlu meminta dan menunggu jawaban dari Tuhan untuk mengetahui mana makanan yang seharusnya kita makan. Tapi untuk hal lain?
Yang sedang ingin saya sampaikan adalah mari saat ini kita belajar untuk berdoa dan mengajak Tuhan terlibat dalam setiap putusan peilihan-pilihan kehidupan kita. Agar kita tidak salah memilih, karena Dia yang memiliki kehidupan kita dan Dia tahu atas semua hal yang terbaik bagi kehidupan kita
Jesus Bless

(renungan mengenai PILIHAN akan ditambah terus di kesempatan yang lain)
Read More >>

Mandi, mandi, dan mandi

Jam masih menunjukkan pukul 06.00 dan mata saya masih terasa sangat berat. Badan juga masih terasa sangat capek. Bisa dikatakan semalam saya nyaris tidak tidur. Setelah sedikit sibuk dengan kerjaan di kantor sebebnarnya saya berniat untuk tidur, saat itu pukul 00.10-an. Tapi langsung saya urungkan, karena udah kepalang basah terjaga dan saya baru teringat bahwa nanti klub favorit saya main dan disiarkan live di salah satu chanel tivi nasional, yup pagi tadi Juventus bermain melawan Lazio. Sembari menunggu main saya ganti baju jerseynya Juventus (fans berat) sembari utak-atik netbook. Tidak sia-sia karena akhirnya Juventus menang 2-1, Forza Juventus..

Nadia terus berteriak tidak karuan, mengganggu waktu tidur saja yang baru sebentar saja. Tidak seperti biasanya, hari ini dia minta mandi disini sama ibu saya. Akh, ada-ada saja. Kebetulan saya sedang keluar ketika ibu memandikan Nadia, namanya juga anak kecil jadi polahnya ya banyak sekali, hal yang buat ibu jadi agak marah karena takut Nadia telat berangkat ke Play Group. Selesai mandi masih saja ribet dengan lari sana lari sini. Masih basah tapi tidak mau di keringke pake handuk (mungkin mintanya di jemur: bercanda)

Ada hal baru yang buat saya terdiam untuk merenung. Bukan hal hebat atau hal besar, tapi setidaknya hal kecil ini membuat saya memahami satu hal baru. Yang saya amati adalah bahwa setiap orang setelah mandi dan hendak mengeringkan badannya, maka yang akan dikeringkan lebih dulu adalah rambutnya dulu, kepala, badan, tangan, kemudian baru kaki. Mungkin anda bingung dengan perenungan saya, tapi itulah yang saya lihat.

Jawaban langsung muncul dari pertanyaan sederhana itu. Mengapa hampir pasti semua melakukan itu?
Jelas semua mengeringkan rambut dan kepala dulu dari pada yang lain, karena air mengalirnya ke bawah, maka bagian atas harus dikeringkan dulu sebelum bagian yang lain karena jika tidak maka tentu bagian lain yang sudah dikeringkan akan kembali basah akibat air dari rambut menetes kebawah. Coba fikirkan, badan yang sudah dikeringkan lebih dulu akan menjadi sia-sia jika air di rambut masih terus menetes kebawah mengenai badan lagi.

Lantas apa yang spesial??

Kita ibaratkan bahwa air adalalah dosa, dosa yang harus dikeringkan. Maka dengan sederhana akan muncul pemahaman seperti ini. banyak orang telah berdosa lantas dengan mudah meminta pengampunan dan menyelesaikan dosa tersebut, tapi dengan segera dan dengan cepat orang akan kembali mengulangi dosa tersebut. Hal ini terjadi berulang dan terus menerus. Mengapa hal ini bisa terjadi? Karena sebenarnya mereka hanya bembersihkan air (dosa) yang kecil yang merupakan efek dari dosa yang lain yang lebih besar pengaruhnya, yakni dosa (air) dari kepala tadi. Akan terus berlanjut dan tidak akan menjadi kering jika air yang ada dikepala tidak dikeringkan dulu.

Bro..sist…

Apakah saat ini kita tengah mengalami hal yang sama? Kita merasa begitu mudah terjatuh pada dosa dan kesalahan yang sama, tidak pernah ada daya lebih ketika kesalahan itu dihadapan kita sehingga kita sering terjatuh.

Sebenarnya yang harus kita lakukan adalah berdiam sejenak, untuk mengevaluasi diri kita untuk kemudian meminta Kristus menyucikan kita dari dosa yang telah mengikat kita. Biarkan DIA mengambil dosa tersebut dan bagian kita adalah tetap menjadi kudus dan bersih selama kita hidup didunia ini.

Pengampunannya nyata, dan pengorbannya sungguh mulia…jadilah anakNya yang bersyukur dalam menyelesaikan setiap tantangan kehidupan dan jadilah pribadi yang santun dalam Dia

Jesus Bless
Read More >>
Technology Blog