Tampilkan postingan dengan label Tentang Saya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tentang Saya. Tampilkan semua postingan

Selasa, 29 Desember 2015

Kita Sama

Nama saya Fajar Christian, saya lahir pada 6 November 1988, dan saya tinggal di Solo.

Saya akan bercerita tentang bagian kehidupan yang akan terus melekat dan akan terus menjadi kisah bagi saya. Tentang sebuah perjuangan kehidupan….

Saya lahir dalam kondisi keluarga yang biasa saja, jika boleh memilih kata yang lain akan saya katakana jika keluarga saya berada pada garis kemiskinan. Saya anak bungsu dari 6 saudara yang lain. Ketika itu Ayah saya hanya menjadi pelukis tradisional sedang Ibu saya hanya menjdai seorang penjahit dan kami tinggal pada sepetak rumah kontrakan kecil. Cukup menyedihkan? Tidak sama sekali

Saya terlahir dalam kondisi cacat fisik, kaki saya tidak berfungsi sebagaimana seharusnya. Keadaan yang semasa kecil tidak pernah benar-benar bisa saya mengerti. Keadaan yang membuat saya merasa berbeda dengan teman sebaya saya waktu itu. Saat yang lain sudah bisa berlari, saya masih harus belajar berjalan dengan kedua orang tua dan kakak-kakak saya. Saat yang lain sudah mulai begitu ceria mengendarai sepeda utnuk pertama kalinya, saya hanya bisa melihat dibalik jendela dan sesekali merasa iri mengapa saya tidak bisa seperti mereka. Keadaan yang sering membuat saya terpuruk sendiri di masa kecil saya.

Saya beruntung memiliki sosok ibu yang begitu luar biasa mencintai saya, ditengah semua beban kehidupan yang harus beliau usahakan, saya masih bisa merasakan cinta yang begitu penuh dari beliau. Fajar kecil begitu dimanja dan dijaga oleh ibu yang hebat.
Masa sekolah menjadi bagian waktu yang berbeda rasa dalam tiap kejadian yang saya alami. Masa saya berada di Sekolah Dasar terasa sangat berat, saya yang biasanya tidak pernah lepas dari pengawasan orang tua (terutama ibu) harus mulai belajar mandiri. 6 Tahun yang saya alamai di SD? Saya tidak bisa mengingat semua detail kejadian, tapi ada beberapa hal yang sampai sekarang masih saya ingat dan saya fikir akan terus saya bawa.

Seperti anak SD pada umumnya, seharusnya kami memiliki masa bermain dan belajar yang menyenangkan dengan teman sebaya, tapi apa saya mendapatkan itu? Tidak. Saya merasa begitu tersudut dengan ejekan dari teman-teman saat itu, tentu karena cacat fisik yang saya miliki. Saya masih ingat ketika saya sampai menangis karena diejek seperti itu, saya masih ingat ketika beberapa guru memarahi teman yang mengejek saya dan berusa menenangkan saya. Terasa begitu sakit dan membuat saya marah. Hal yang tidak jauh berbeda juga saya alami ketika berada di bangku SMP. Fajar saat itu adalah Fajar yang cengeng dan begitu sensitive, terlebih menjadi Fajar yang penyendiri dan tidak bisa berkembang. Tidak memiliki banyak teman dan lebih suka menghabiskan waktu dengan buku pelajaran dan beberapa buku komik Doraemon waktu itu.

Seiring dewasa tidak banyak tekanan dari luar yang saya terima, mungkin karena semakin dewasa juga teman-teman seiring pertambahan usia sehingga cacat fisik tidak dijadikan sebagai olokan bagi saya seperti di SD atau SMP.
Tapi justru di masa SMA ini terjadi peristiwa yang begitu memojokkan saya. Saya yang terlahir dlam kondisi cacat, saya yang tidak sampai usia SMA tidak bisa naik sepada, saya yang masih belum bisa benar-benar bangkit. Pada awal 2005 atau kelas 1 SMA semester 2, hal yang tidak pernah saya duga terjadi, saya nyaris lumpuh total. Begitu gelap dan menyakitkan ketika saya harus mengingat dan kembali ke masa itu. Secara medis, ini terjadi karena ada kerusakan di tulang belakang. Keluarga sudah mengupayakan dengan maksimal, mulai dari medis modern hingga pengobatan tradisional, smua nihil. Saya begitu terpukul, saya begitu tersakiti dengan keadaan tersebut. Saya begitu marah kepada Tuhan dengan semua, saya menggugat Tuhan dengan bertanya apakah cacat saya selama ini belum cukup membuat saya menderita dan mengapa saya harus sampai tidak bisa berjalan seperti ini. Saat seharusnya saya menikmati masa muda seperti yang lain, saya harus terpuruk lagi. Saya menjadi semakin rapuh. Saya menjadi iri dengan hal-hal yang tidak masuk akal, ketika melihat keluar jendela kelas, saya iri pada teman-teman yang bisa berlari kesana kemari sedang untuk berjalan pun saya tidak bisa.
Tapi saya bersyukur, perjuangan 2 tahun dengan tidak bisa berjalan telah membuat saya saya belajar banyak hal tentang arti kehidupan. Tentang betapa berharganya kehidupan yang sudah Tuhan berikan bagi saya. Tentang arti berjuang sebenarnya, berjuang bukan demi diri saya sendiri tapi juga demi Orang Tua saya.

Sekali lagi, sangat gelap jika saya harus mengingat masa itu, tapi saya bersyukur untuk semua proses yang telah saya alami.

Suka tida suka, para penyandang difabel sering mendapat intimidasi sosial secara otomatis. Sering dipandang sebelah mata, sering dinomor duakan, bahkan sering tidak dianggap. Tapi bukankah seharusnya diskriminasi seperti ini tidak boleh ada?

Saya senang saat ini Solo sudah sangat layak untuk mulai mengupayakan kesetaraan antara warga yang “normal” dengan para kaum “difabel”. Secara sederhana dapat dilihat dari kerja Pemerintah Daerah yang menyediakan fasilitas pendukung bagi kaum difabel, seperti halte, ruang public, atau fasilitas umum lainya. Kantor atau lapangan kerja yang adapun saya yakini sudah tidak lagi diskriminasi, asal sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan, saya percaya para kaum difabel juga memiliki kesempatan bersaing yang sama untuk diterima bekerja.

Mengingat kembali ke masa sekolah saya, saya berharap sekolah saat ini juga mulai memberikan hak dan kewajiban yang sama kepada seluruh siswa tanpa ada pembeda dengan alasan apapun, guru juga dituntut untuk berlaku adil dengan semua siswanya.

Saat ini saya bekerja sebagai Staff di PPA Berea GKI Sorogenen. Lembaga yang bergerak di bidang sosial dengan membantu anak-anak miskin untuk dapat terus bersekolah. Sedang kesibukan sehari-hari saya aktif sebagai seorang pemain music gereja di GKJ Jebres.

“Kami sama sepertimu, ajak kami berjuang untuk kehidupan yang lebih baik”
“fajar christian”
Read More >>

Senin, 09 September 2013

ada ALKITAB di jalanan, maka BERSYUKURLAH…..

sdsd Terbangun dari tempat tidur, bergegas dan langsung menuju ke KM untuk mandi. Hari ini bangun sedikit kesiangan, sisa rasa capek tadi malam masih sangat terasa. Setelah Saat Teduh, biasanya saya selalu menyempatkan untuk membuka Laptop dan otak-atik, tapi pagi ini tidak, saya memilih untuk merebahkan diri di suduk tempat tidur dengan sarung dari bapak yang saya gunakan untuk selimut. Dan saya tertidur….

Jadwal hari ini sudah tersusun dengan cukup rapi. Jam 09.00 – 10.00 bertugas jadi Keyboardist Ibadah Siang di GKJ Jebres. Sesaatnya ada sekitar 30 menit untuk beristirahat karena jam 10.30. – 12.00 harus kembali memberi les gitar bagi beberapa remaja PRKJ yang rindu belajar bermain musik. Setelahnya di ajak temen untuk berbelanja beberpa keperluan.

Les Gitar

Hari ini yang datang les gitar lumayan banyak, 12 anak. seperti biasa setelah doa kelas langsung dibagi menjadi 2, kelas kecil dan besar. Kelas kecil mendapat materi untuk membiasakan pindah chord, masih seputar pada G – Em – C – D. Sedang murid kelas besar harus digenjot dengan materi minggu lalu dan harus melahap materi melodi yang lumayan sulit. Perbedaan ini yang harus membuat saya wira-wiri ke masing-masing ruang. Melelahkan, tapi saya hanya berusaha menjadi mentor yang baik bagi mereka. Nice, kebingungan mereka, semangat mereka, keluguan mereka, yang semakin membuat saya yakin untuk terus setia menemani mereka belajar gitar.

Belanja dan Makan Siang

Sejenak dirumah dan segera berangkat lagi untuk belanja. Tinggal nunggu dijemput, dan langsung berangkat. Kami mencari beberapa keperluan untuk perbaikan handphone kami. tidak terlalu lama karena kami hanya mencari yang kami butuhkan, membeli, dan langsung pulang. Sebelum pulang kami menyempatkan diri untuk mencari makan siang, karena memang kami sangat kelaparan saat itu. Bakso menjadi pilihan kami. Dan ketika tiba dirumah makan kami akhirnya memesan lebih banyak, bakso, es campur, dan segelas es teh. Dengan lahap kami berdua makan, walau sejujurnya perut seolah berontak karena kami sudah kenyang.

Bergegas kami pulang, karena memang sudah sore dan saya sudah sangat kecapean. sepanjang jalan pulang kami hanya banyak berbicara yang terkadang omong kosong atau sekedar hanya bercanda. Hingga akhirnya pada salah satu perempatan jalan raya ada kejadian luar biasa yang menggetarkan hati saya, iya benar, menggetarkan hati saya

Sejenak sebelum kami harus berhenti karena lampu merah, secara tidak sengaja saya menoleh di kiri, dan apa yang saya lihat adalah hal yang hebat. Di salah satu emperan toko yang tutup, saya melihat seorang ibu dengan tenang SEDANG MEMBACA ALKITAB. Sempat ragu, tapi jarak yang tidak terlalu jauh membuat saya yakin bahwa saya tidak salah melihat jika yang sedang dibacanya adalah ALKITAB. hati saya benar-benar bergetar.

Seolah dia tidak memperdulikan lalu lalang jalanan yang cukup terik dan sangat bising. Bibirnya terus bergerak seperti tengah membaca sesuatu. Ahh, sungguh indah Tuhan. Belum hilang rasa kagum saya, saya kembali dibuat bergetar dengan ibu itu, ketika dengan tulus ia memijit kaki seorang lelaki tua yang tertidur disebelahnya, saya tidak bisa memastikan tapi saya menduga lelaki itu adalah suaminya. Berharap bisa membagi berkat, saya kemudian memberi tahu kepada teman saya, dan dia juga nampak sangat terkagum dengan apa yang kami lihat. TUHAN ENGKAU SANGAT LUAR BIASA

Pemandangan sangat indah yang hanya bisa saya nikmati selama 60 detik saja dan kami pun berlalu

Sore ini saya belajar banyak hal, ada beberapa hal yang terus saya pergumulkan dan renungkan dalam hati saya…..

1. Membaca Alkitab, jelas bukan sesuatu yang jauh dari kehidupan saya. Alkitab tidak pernah lepas dari keseharian saya. Minimal saya akan membaca Alkitab ketika pagi saya saat teduh serta saya masih berusaha rutin untuk bisa bible reading tiap malam sebelum tidur. Sedang pada kegiatan yang lain tentu itu bisa bertambah. Saya sudah cukup dekat dengan Alkitab kan?? TAPI TUNGGU DULU seolah hal itu runtuh begitu saja ketika melihat ibu itu, Saya membaca Alkitab pada kondisi “save”, semua terkendali dengan sangat baik, tenang, teduh, sepi, dan pada waktu yang sangat mendukung. Tapi yang dilakukan ibu itu dengan gagah “mempecundangi” pemahaman saya. Tentu bukan soal intensitas atau usaha dalam memahami isi Firman yang sama-sama kami baca tapi yang jelas ibu itu lebih berani, lebih tangguh, dan lebih hebat. Ibu itu menghadapi tantangan yang lebih besar daripada yang saya hadapi. Lalu-lalang pejalan kaki tak di gubrisnya, bising klakson kendaraan tak menghalanginya, terik sinar matahari tak mengalahkanya, bahkan tatap pandangan mata dari orang yang melihatnya tidak mampu memupuskan keinginannya untuk membaca Alkitab tersebut.

2. Ini hal yang sangat penting yang sempat menjadi bahan diskusi saya dan teman saya. Hal itu adalah, MENGAPA IBU ITU HARUS SEPERTI ITU?, bukankah dia orang baik? bukankah dia orang yang takut akan Tuhan? bukankah dia orang yang setia? lantas mengapa ibu itu harus hidup dijalanan yang begitu keras dan bahkan mungkin ibu itu tidak memiliki rumah untuk dia berteduh.

Jika menjawab itu hanya karena nasib, maka selesai sudah pertanyaan diatas. Tapi dalam kediaman saya, saya mengetahui banyak hal yang luar biasa.

Tapi tentu ada hal lain yang saya maknai ulang, tentang keberadaan ibu itu. Tentu saja dan saya percaya, ibu itu juga tengah membawa pesan khusus dari DIA yang harus disampaikan kepada SAYA.

Siang itu menjadi satu moment dimana Tuhan kembali mengingatkan saya tentang arti dari sebuah ungkapan syukur yang tulus. Ibu itu mengajari saya untuk menikmati kehidupan dari sisi yang lebih mulia, menghitung dan merenda tiap berkat yang Tuhan beri menjadi satu pola kehidupan yang baik. Siang itu dimana dengan nyaman saya bisa bangun pagi, saya bisa bertugas musik ibadah, saya bisa memberi les gitar, saya bisa belanja, dan bahkan saya bisa makan dengan lebih, tapi kenyataannya yang sering terjadi adalah saya lupa untuk bersyukur. Kesempatan yang mungkin tidak bernah akan ibu itu miliki, bahkan untuk memikirkannyapun tidak. Tapi yang ibu lakukan itu telah mengajari saya untuk terus bersyukur tiap hari dan tanpa henti

Terima kasih tuhan atas pelajaran yang telah Engkau berikan kepadaku melalui ibu itu…..

Read More >>

Sabtu, 25 Agustus 2012

Tentang Saya

haii
sudah sangat lama saat terakhir saya posting tulisan...hmmm, sangat rindu..
bingung hendak nulis apa, hingga kemudian muncul ide untuk posting mengenai siapa saya dimata temen2 remaja di GKJ Jebres..
tulisan ini dari semua pengurus persekutuan remaja GKJ Jebres, jadi mereka mendapat kesempatan untuk menilai tentang kepribadian rekan penurus yang lain...

butuh cukup banyak waktu untuk berani menuliskan ini,,,,,
inilah saya....

Fajar Christian



Nama               : Fajar Christian
Nick Name      : Fajar
Posisi               : -
Tanggal Lahir   : 06 November 1988
No HP              : 085 747576 ***
Alamat             : Kandang Sapi 01/35 Jebres


Apa yang pengurus katakan tentang dia??
Jeng jeng… sempat speechless saat tiba di nama ini. Mas Fajar. Mau nulis apa ini sampai bunging -_-” hmmh. Yaudah deh, gini, Mas Fajar itu wow banget. Unik banget orangnya, yeah, is only one gitu. Hobinya maen “PES” klo nggak salah ding, hehe. Kemana-mana selalu ditemani dengan topi hitam andalannya itu, wkwk. Aawh jd bunging, langsung aja ya, haha.
Bisa menempatkan diri pada suasana yang ada, saat serius ya serius beneran bahkan sampe bisa bikin jd takut, tp klo lg gojeg2 gt ya bisa bikin sampe ngakak guling-bantal >,< uups. Trus ya Mas Fajar ini friendly banget, ramah banget sama orang bahkan sama yang baru dikenalpun juga ramah banget. Pokoknya Mr. Perfecto. Nggak boleh dan jangan sampai ada hal yang terlewat ataupun salah, jadi “mendetail banget” #kok bisa ya?? Nggumun. Apa lagi ya, ehmmmm ? Oh iya, Mas Fajar itu punya jurus mematikan. Di saat hati bergejolak dan gundah gulana dan ketika share sama Mas Fajar, pasti Mas Fajar jawab dengan kata-kata yang “mak-dhes” langsung sensasinya gmn gt, bisa bikin semakin bergejolak, bisa juga bikin kita jadi “krik-krik” tak berkutik tanpa daya. Terus perhatian banget, pantang menyerah dan selalu ingin membuat setiap halangan rintangan itu jadi tunduk sama Mas Fajar. Salut deh sama Mas Fajar. #prok-prok-prok.
Yaakk, ini dia bagian yang paling sulit buat dibikin. Ehhmm, kelemahannya Mas Fajar itu apa ya? Mungkin gak ada deh. La apa coba, kan Mr. Perfecto ? hhmmh, tapi harus diisi nih, yaudah deh gini. Mas Fajar orangnya susah ditebak, punya banyak misteri hahaha. Gini gini, Mas Fajar itu kadang-kadang nyebelin kalo ditanyain tapi jawabannya malah pertanyaan genti, jadi jawabannya itu Cuma kayak teka-teki. Terus kalo emosinya lagi memuncak gitu, kadang jadi serem, terus juga kalo pas lagi bad mood gitu diem wae, ngomong juga males-malesan. Hahaha, ampun mas, udah ini aja deh.
Mas Fajar, ehmmmmm, apa ya. tetep setia sama PRKJ ya, kami masih membutuhkan Mas Fajar buat mendampingi kami untuk menjadi lebih dewasa lagi. Jangan pelit-pelit klo jawab pertanyaan ya, haha. Oh iya jaga hati ya, hehe, maksudnya klo lagi emosi, okeoke. Apa lagi ya, udah dewasa iw, tapi harapannya ya tembah dewasa lagi aja. Hehehe, cukup sekian dan terima kasih.
-o0o-
Berambut keriting dan berkacamata . Itulah hal pertama yang tergambar dalam diri M Faj. Tetapi saat saya lebih mengenal Mas Faj ternyata ada banyak kelebihan yang terdapat dalam diri Mas Faj. Pertama dalam hal bermusik. Saya mengetahui kelebihan Mas Faj ini sejak saya ikut PRKJ pertama kali. Saya yang awalnya tidak terlalu menyukai musik menjadi terhipnotis dengan permainan gitar Mas Faj. Beberapa bulan setelah saya mengikuti PRKJ Mas Faj membuka les gitar. Saya pun sangat antusias untuk mengikutinya. Mungkin diantara murid-murid yang lain sayalah yang paling lamban dalam menerima pelajaran music. Tetapi Mas Faj memberi semangat kepada saya untuk selalu bertekun dalam pembelajaran les gitar. Dan sekarang saya sudah sedikit bisa bermain gitar. Walaupun belum seahli Mas Faj. Tetapi saya ingin tetap belajar gitar pada Mas Faj. Kedua dalam kedekatannya dengan Tuhan. Saya kagum dengan M Faj dalam kedekatanya dengan Tuhan. Selain menjadi lulusan terbaik UKS di bidang Teologia. Mas Faj juga sangat cakap dalam hal berbicara saat menyampaikan firman Tuhan karena Mas Faj pandai sekali dalam menempatkan dirinya. Saya dapat melihatnya saat M Faj mengajar saya di Sekolah Minggu. Di sekolah minggu Mas Faj guru yang hebat menurut saya. Dan sekarang di PRKJ Mas Faj juga bisa menjadi guru tapi juga bisa menjadi teman untuk saya. Ketiga sifat Mas Faj yang humoris. Saya sangat menyukai ini karena Mas Faj sering menghibur hati saya dan membuat saya nyaman berada di PRKJ ini.
Untuk kedepan saya berharap Mas Faj jadi lebih sukses dan perhatian kepada PRKJ.
-o0o-
Mas Fajar..mas Fajar itu orgnya ganteng...maniest..(hehhe...perasaan yang tak bilang ganteng cm mas Fajar tok ya..)semua ganteng kok kalau cow..
Mas Fajar rambutnya keriting kruwel2 ..hahaha...mas Fajar itu luchu..supel..gampang bergaul..galak yang tegas,,,dewasa,,,enak diajak share..pokoknya mas Fajar itu pinter nempatin diri dimana dia berada..bs jd sahabat..kakak..pembimbing...sekaligus..kaya berkepribadian ganda gt deh...hhehhehe tkadang keliatan luchu santai gt..tp tb2 bs jadi nyeremin jg...
Owh ya mas fjar itu orge jg perfectsionis...pokoknya apa pun harus sempurna ga maw sak2e...Mas Fajar juga baik, pinter, pinter maen musiknya top bgt deh..kalau maen keyboard..kalau maen gitar..selain itu dy pinter hloo..bs cumlaude…waaaawwww..keren..pengen deh..
Mas Fajar itu ngajarin banyak hal bwt qta semua...mas Fajar yg jd motivasi..
Tapi kadang mas Fajar itu ya..suka bikin org gregetan..kadang kalau maw minta pendapat gt..malah kya dtambahi suruh mikir lg sendiri..tp q taw sih..bukan krn mas Fajar ga maw ngash taw,,tp biar qta nemuin sendri jwbnya..ya kan?? Yaa mngkin itu dlu yaa..ntar kalau ada tambahan langsng ngomong aja langsng,,heheh
Owh ya pesen buat mas fajar...tetep jadi ms Fajar nya qta...tetep mbimbing qta...ngajarin qta jadi lebih baik...dan sma seperti yg lain ..lebih lg melayani Tuhan..smngt...sukses buat mas Fajar..GBU
-o0o-
Mas Fajar orangnya baik, pintar banyak inovasi tetapi terkadang penuh dengan tanda tanya, pintar, banyak inovasi, mudah bergaul,banyak memberi gambaran-gambaran baru bagi PRKJ serta bantuan-bantuan kepada PRKJ tapi sering memberikan pernyataan yang membuat anggota pengurus menjadi ragu-ragu dalam melakukan sesuatu
Harapan ke depan: agar Mas Fajar dapat selalu mememani teman-teman pengurus juga anggota yang lain dalam PRKJ ini serta selalu membantu member inovasi-inovasi kepada persekutuan ini.
-o0o-
Orangnya pinter and ramah dengan baynak orang sehingga banyak orang yang suka berteman dengan dia,slain itu mas Fajar juga pintar ambil keputusan jadi ketika ada masalah di PRKJ yang rumit mas Fajar bisa bantu menyelesaikannya,slain itu mas Fajar juga orang yang pengertian,jadi jika ada pengurus maupun anggota yang perlu bantuan dia menolong dengan sabar dan pengertian,dia juga punya sikap yang dewasa dalam hal mengambil keputusan,dia juga memiliki jiwa pemimpin dan memiliki kepribadian yang pede,dia juga cukup pandai dalam membagi waktunya antara pelayanan dengan hal lainnya,slain itu dia juga punya jiwa seorang pelayan yang tinggi
            Orangnya sedikit punya ambisi yang berlebih dalam beberapa hal,dan ketika moodnya jelek kadang jadi sedikit mudah terpancing emosi.
-o0o-
Kakak yang  satu ini pastinya orangnya dewasa, orangnya perfectsionis banget hla yang menuruku menjadi masalah buat aku. Aku merasa pokoknya harus perfect kayak dia, hla kadang kala itu yang membuatku kesulitan mengikuti seorang mz. Fajar. Galak juga orangnya, jadi sering takut juga kalo ada pekerjaan yang mungkin gak perfect. Aku juga gak suka kalo tiba-tiba sikapnya thu berubah ke aku, kadang gak tau juga apa ada yang salah gitu, tapi aku thu pengennya mz.fajar thu ngomong langsung gitu hlu salahku thu apa ya kayak yang lain gitu kalo salah ya langsung diomongin, kan aku jadi merasa dianak tirikan ama mz. Fajar. Gak tau kenapa aku jadi sering mikir kalo mz.fajar gak suka dengan aku, mungkin dia menyesal dulu milih aku ikut dipengurusan ini ya mungkin melihat kinerjaku gimana jadi dia menyesal gitu.
Keperfectsionisannya mz.fajar thu bagus baget kalo diterapkan diorganisasi. Banyak hal yang aku dapet selama ini dari seorang mz.fajar, hal-hal yang baru yang menuntut kesempurnaan etos kerja yang baik, bagaimana itu pelayanan, dan gimana pelayanan yang benar itu. Banyak pelajaran yang bermakna buat kehidupan berpelayanan yang dia kasih buat aku, selalu mengajarkan untuk tetap mengucapsyukur. Mz. Fajar thu seorang motivator yang menurut pandangan mataku sipp, gak diragukan juga sich jam terbangnya tinggi. Jarang mengeluh, ya gimana pun kondisinya dia thu tetep jalani gitu. Ya pokoknya mz. Fajar thu pemimpin yang the best. JJJ
-o0o-
Gambaran umumnya, laki-laki,  ganteng engga, jelek juga engga (sederhana dan biasa biasa saja) biasanya rambutnya krebo krebo gmn gitu, berumur kira kira 24th.. Cmn ahkir ahkir ini potongan rambutnya tipis kira kira 1cm, berkaca mata, dan selalu santai ( walaupun rapat juga cmn memakai celana pendek ) dan fans dari club sepak bola “Juventus”, memiliki selera humor yang tinggi, keseharianya menjabat sebagai Sekretaris di GKI dari jam 9 pagi sampai jam 5 sore (hari Senin-Jumat) hari Sabtu libur, kegiatan hari minggunya adalah pengiring musik ibadah, dan jika ingin mencari Ms. Fajar bisa di rumahnya (belakang Gereja), di Gereja, jika masih belum ketemu cari saja di Kelurahan Jebres pasti sedang Online di sana bersama sahabatnya (Ms. Yonatan).
Kelebihan, memiliki rasa percaya diri yang pas (tidak minder juga tidak over) bisa bermain musik khususnya keyboard, gitar, bass. Bisa membuat suasana santai menjadi tegang dan sebaliknya, bisa membuat suasana tegang menjadi santai, mempunyai segudang pengalaman yang bisa di berikan kepada teman teman yang lainya, bisa menjadi motivator bagi teman teman yang lain, peka terhadap lingkungan sekitarnya, mudah bersimpati terhadap sesamanya.
Kekurangan, galak.. kadang suka mengulur ulur waktu (tidak on time), suka celelek’an.
Harapan, harusnya bisa menyesuaikan pakaian dengan kondisi / waktu yang ada agar tidak di pandang rendah orang lain, biasakan on time ya mas.. lebih baik menunggu dari pada harus di tunggu, kedepanya lebih baik dari sebelumnya, jangan suka marah marah ya, mas..
-o0o-
Mas.Fajar kata orang-orang medeni/menakutkan/serem., tapi kok menurut aku biasa aja y?? pa mungkin aku dah kerep di senenin/di marah’i., dan mas.fajar tidak pernah ingkar janji kepada temen-temen yang laen.
Sifat yang ku suka’i tentang mas.fajar yaitu terkadang sabar,jajake,baik hati,selalu membimbing tanpa pamrih,selalu berbuat baik untuk kemajuan PRKJ. Selalu membuat hati orang yang galau menjadi senang.
Sifat yang gk ku sukai tentang mas.fajar yaitu klok ditanya malah genti tanya, dan klok lagi emosi mas fajar cuma diem wae marake orang dhekdhekan.

-o0o-
Mas. Fajar itu seorang hamba Tuhan yang luar biasa dalam berpelayanan,  bakat maen musik, hampir semua alat musik dikuasai oleh mas. Fajar. Mas faj jga orang yang ramah, supel,enak buat diajak ketawa tawa, enak diajak gojheg .. agak crewet juga sih.. hehehehe.. yaa asyik gitu lah.. selain itu mas faj juga pandai dalam peralkitaban, itu yang membuat kita merasa bahwa mas faj kayak jadi bapak di PRKJ. Itu mas fajar secara garis besar, tentu saja ada kelebihan dan kekurangan nya dongs..
            Ini dia kelebihanya.... mas fajar emang banyak kelebihan yang terlihat contoh nya ya yang aku sebutin di awal tadi, misalnya : bakat di musik, pandai masalah theologi gtu lah, terus mas fajar juga seorang keyboardis yang baik, pelayan Tuhan yang luarbiasa. Oiya mas fajar juga bakat jadi seorang pemimpin (sanguin kolerik) pandai bicara di depan umum, bakat banget buat ngeyakinin seseorang, mas fajar juga penasehat yang baik lho, mampu ngasih saran yang terbaik. Dan yang paling aku suka dari mas fajar yaitu nggak pelit dan humoris nya minta ampun.. hehehe
            Kalau ada kelebihan pasti ada kekuranganya juga dum.. kekuranganya mas fajar itu,.. emang agak galak sih, terlalu PD, terkadang mas fajar juga kurang memahami situasi rekan” PRKJ yang lain, dalam artian terlalu memaksakan kehendak, kadang mas fajar juga ceplas ceplos dengan kosakata bahasa yang kurang enak di dengar , jujur aja nih, mas fajar juga pilih kasih,.

            Saran buat mas fajar.. kalau bercanda jangan kebablasen ya, maksud nya kalau menggunakan kosakata ya pakailah kosakata yang baik, jangan juga terlalu angkuh..
-o0o-
Mas Fajar, cakep, lucu, cukup putih, keren. Kalok gak lucu itu bukan mas Fajar. Kalok gak celelekan itu namanya bukan mas Fajar. Jangan panggil mas Fajar kalok gak galak. Kalok pake kacamata jadi Vidi Aldiano J apalagi kalok pake kaos putih trus pake clana jeans trus pake sepatunya yang harganya 50rb dapet dua pasang itu ( neg gak salah beli ne dir el bengkong ) hehehehehe. Tapi kalok gak pakek kacamata, jadi Bung Karno wkwkwkwkwkwkwk :p
Mas Fajar, my great teacher. First time I see he, I was very wedi. Pokok e itu kesan pertama yang aku dapet dari mas Fajar, tapi sampek sekarang aku juga masih takut og. Mas Fajar itu pengertian, perhatian. Itu yang aku suka dari mas Fajar. Mas Fajar orange tekun, mas Fajar  mau ajar in tementeen yang gak tau. Aku seneng kalok as Fajar lagi jadi pembawa, pasti acara ceramah jadi sru dan gak monoton. Mas Fajar orange nyenengke banget neg dicurhatin. Mas Fajar adalah pendengar yang baik. Dan Mas Fajar selalu kasih solusi buat aku. Mas Fajar adalah orang bijak dan mas Fajar itu perfectsionis.


Dan sifat mas Fajar yang perfectsionis ini bikin mas Fajar jadi marak e degdeg an. Kalok di Tanya in satu hal aja malah balik nanya, kalok gak ya malah gak di jawab. Itu seng marak e orangorang jadi bingung kalok meh nanya. Dan hal itu yang kadang bikin aku takut nanya sama mas Fajar. Trus aku juga gak suka sama tatapan mata dari mas Fajar. Soal e kalok diliatin gitu aku jadi takut. Tatapan e mas Fajar itu kayak singa seng laper gitu. Wis pokok e medeni banget, tatapan e membunuh.
Berharap besokbesok mas Fajar kalok ditanya langsung jawab J. Jadi jangan bikin yang nanya malah jadi tambah bingung. Trus jangan suka nyuruh aku natap mata mas Fajar, aku nesti jawab e “emoh”. Aku juga berharap mas Fajar gak bosen denger in aku curhat J



(tulisan ini asli tanpa editan apapun, makasih buat temen2 yang sudah menjadi penulis)
Shinta, Ibed, Siska, Kiki, Ryska, Dani, Yessa, Ruri, Dhemar, Nathan, Bayu
Read More >>
Technology Blog